Minggu, 16 Mei 2021

Manajemen Proyek Rekayasa dan Penerapannya Dalam Proyek MRT Jakarta Fase 1

     Halo, Artikel ini saya buat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Manajemen Proyek Rekayasa (Engineering Project Management) pada perkuliahan semester 6 di Program Studi Manajemen Rekayasa Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Del. Dalam artikel ini saya ingin menyampaikan bagaimana manajemen proyek bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari juga menambah wawasan kita tentang manajemen proyek yang baik. Kita sering melihat bahwa dalam suatu pengerjaan proyek tentunya memerlukan perencanaan yang tepat, karena jika perencanaan tidak ter-koordinasi dengan baik maka akan menyebabkan kesalahan atau pun berakibat fatal dalam pengerjaan proyek.    

sumber: jagoproyek.com

    Apakah proyek itu? Proyek merupakan suatu kegiatan yang bersifat sementara yang didalamnya terdapat berbagai elemen elemen yang terlibat baik itu perencanaan, tenaga kerja, material dan lainnya yang memiliki suatu tujuan dalam waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan Laporan Standish Group 1995 (CHAOS) menemukan faktor-faktor berikut yang umum dalam keberhasilan pengerjaan proyek

1. Keterlibatan Pengguna 15,9%

2. Dukungan Manajemen Eksekutif 13,9%

3. Pernyataan Persyaratan yang Jelas 13.0%

4. Perencanaan yang Tepat 9,6%

5. Harapan Realistis 8,2%

6. Tonggak Proyek yang Lebih Kecil 7,7%

7. Staf Yang Kompeten 7,2%

8. Kepemilikan 5,3%

9. Visi & Tujuan Yang Jelas 2,9%

10. Pekerja Keras, Staf Fokus 2,4%

11. 13,9% lainnya

Manajemen Proyek dan Penerapannya Dalam Proyek PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 1

sumber: https://metrobali.com

    MRT Jakarta merupakan mega proyek pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta .Pembangunan konstruksi fase 1 proyek kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai pada 10 Oktober 2013 ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo. Alasan utama dari penciptaan MRT adalah kebutuhan terhadap sistem sistem transportasi di Jakarta, karena bila tidak dilakukan perbaikan maka diprediksi bahwa lalu lintas jakarta akan macet total pada tahun 2020.

Peletakan Batu Pertama proyek MRT oleh Presiden RI Joko Widodo

sumber : TEMPO/Eko Siswono Toyudho


    Manajemen proyek adalah suatu penerapan dari pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik dalam suatu kegiatan proyek untuk memenuhi suatu syarat atau spesifikasi yang ditetapkan. Manajemen proyek dapat dicapai dengan pengaplikasian yang terintegrasi dan sesuai dari 47 proses manajemen proyek yang dikelompokan menjadi 5, yaitu:

1.       Initiating

    Tahapan ini merupakan proses untuk menginisiasi nama dari proyek,dan mengidentifikasi stakeholder dari suatu proyek dimana bisa berasa dari dalam atau luar perusahaan itu sendiri. Dengan mengetahui stakeholder dari proyek maka akan membantu kita dalam membuat strategi dalam pengerjaan proyek sehingga tahapan ini termasuk dalam integration management karena dilakukan koordinasi terhadap berbagai kegiatan yang ada dalam suatu proyek. Dalam Proses inisiasi PT MRT Jakarta menentukan stakeholder proyek dibagi dalam enam paket kontrak yang dikerjakan oleh kontraktor dalam bentuk konsorsium (joint operation), yaitu:

-    Wijaya Karya Joint Operation (TWJO) untuk area Depot dan Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, dan Cipete Raya.

-    Shimizu – Jaya Konstruksi (OSJ) untuk area Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

-    Shimizu – Obayashi – Wijaya Karya – Jaya Konstruksi Joint Venture (SOWJ JV) untuk area transisi, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi.

-    Sumitomo – Mitsui – Hutama Karya Join Operation (SMCC – HK JO)

2.       Planning

    Pada tahapan ini kita melakukan pengembangan terhadap perencanaan manajemen proyek, dimana perencanaan tersebut harus terintegrasi dan saling berkonsolidasi terhadap semua perecanaan proyek dan garis besar dari planning processes. Pada Project Management Plan terdapat

-          scope management plan

Pada bagian ini dilakukan pengembangan yang mendetail pada deskripsi cakupan dari suatu proyek dan hasil yang diharapkan dalam bentuk project scope document . Dalam penentuan cakupan pengerjaannya MRT terdiri atas konstruksi layang (elevated section) bertipe tiang tunggal pada bagian bawah dan precast concrete box grider pada bagian atas. Kemudian konstruksi bawah tanah yang membentang kurang lebih 6 km yang memiliki 6 stasiun bawah tanah. Juga Railway systems trackwork dan rolling stock sebagai prasarana penunjang sistem perkeretaapian

sumber: TEMPO/M Iqbal Ichsan

-     time management plan

Pada bagian ini terdiri dari segala perencanaan pengerjaan proyek mulai dari awal hingga akhir dimana manajer perlu menetapkan aktivitas yang ingin dilakukan terlebih dahulu kemudian melakukan estimasi terhadap waktu pengerjaan, jadwal pengerjaan, penerapannya dan melakukan pengawasan terhadap waktu pengerjaan dari proyek tersebut. Dalam melakukan penyusunan rencana kegiatan dapat dilakukan dengan metode Critical Path Method (CPM) yaitu mengkalkulasikan secara teori prioritas aktivitas yang akan dilakukan yang terdiri dari segala tugas dalam proyek dan durasi dalam pengerjaannya sehingga setiap pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan efisien.

Program Evaluation Review Technique (PERT) merupakan suatu pemodelan yang digunakan dalam melakukan perencanaan dan pengendalian suatu proyek dengan melakukan pemetaan terhadap waktu yang diperlukan dalam pengerjaan proyek secara acak. Sehingga PERT merupakan salah satu metode yang tepat digunakan untuk manajemen waktu dalam suatu proyek dengan hasil yang akurat dari masing masing pengerjaan dalam suatu proyek. Selain itu PERT berperan untuk memperkecil delay ataupun gangguan dalam pengerjaan proyek. PERT juga dapat berguna sebagai media dalam pengkoordinasian suatu proyek sehingga mempercepat penyelesaian proyek

Pada Proyek MRT Jakarta durasi pengerjaan proyek memakan waktu selama 6 tahun yaitu dari oktober 2013 yang dimulai dengan penandatanganan paket kontrak dan memasuki tahap konstruksi yaitu groundbreaking, kemudian pada tahun 2014 memasuki tahapan underground section dan dimulainya konstruksi skala besar untuk elevater section  ditargetkan selesai pada jalur pertama hingga maret 2019

-          cost management plan

Manajemen Biaya adalah suatu perencanaan dengan mengukur biaya dan produktivitas dari suatu proyek yang meliputi Plan Cost Management yang merupakan proses untuk menetapkan kebijakan, prosedur, perencanaan, pengelolaan, pengeluaran, dan pengendalian biaya dalam suatu proyek. Estimate Cost yang merupakan proses untuk memperkirakan baya yang diperlukan dalam segala kelengkapan pengerjaan proyek. Determine Budget yang merupakan proses untuk menggabungkan estimasi biaya untuk menetapkan cost baseline dalam suatu catatan anggaran dalam pengerjaan proyek. Control Cost merupakan kegiatan untuk melakukan pengawasan terhadap segala pembiayaan yang dikeluarkan dalam pengerjaan proyek. Proyek Pembangunan MRT dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta didukung oleh dana pinjaman Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA)  sebesar ¥125,237,000,000

Skema Pendanaan Proyek MRT Jakarta Fase 1

sumber: PT MRT Jakarta/Heru Nugroho 

-         quality management plan

Manajemen kualitas merupakan suatu tahapan dalam suatu manajemen proyek untuk mengidentifikasi persyaratan dan standar yang ditetapkan dalam suatu pengerjaan proyek. Sehingga dengan melakukan perencanaan kualitas dapat memastikan mutu yang ditetapkan sebelum pengerjaan proyek dilakukan yang terdiri atas plant quality management, perform quality assurance, dan control quality. Dalam melakukan pemantauan terhadap kualitas proyek , PT MRT Jakarta membagi subdivisi pada masing masing cakupan pengerjaan proyek. Tentunya dengan pembagian ini PT MRT Jakarta dapat melakukan manajemen kualitas terhadap masing masing divisi proyek yang dilakukan sehingga dapat menjamin kualitas mutu dari proyek tersebut.

-          human resource management plan

Perencanaan sumber daya manusia merupakan informasi perencanaan terkait SDM yang diperlukan untuk memastikan dalam sebuah proyek tenaga kerja yang diperlukan memiliki spesifikasi yang sesuai dalam pengerjaan proyek sehingga dapat dilakukan planning terhadap penempatan pekerja dalam berbagai divisi dalam pengerjaan proyek. Dalam pengerjaan proyek MRT Jakarta tahap 1 diperkirakan menyerap 10.000 tenaga kerja, dari jumlah tersebut, pekerjaan yang tersedia bermacam-macam. Dari mulai buruh kasar, konsultan hingga tenaga ahli berhasil diserap dengan adanya pengerjaan proyek MRT.

sumber: JIBI/Bisnis 

-     communication management plan

Merupakan proses untuk menentukan informasi yang diperlukan oleh berbagai pemangku kepentingan dalam suatu proyek dan menentukan pendekatan komunikasi yang harus dilakukan. Dalam pengerjaan MRT Jakarta tentunya memiliki berapa stakeholder yang harus saling berkomunikasi secara rutin terkait perkembangan proyek, biaya dan lainnya sehingga masing masing pihak yang terlibat mampu memberi informasi yang tepat terutama terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

-          risk management plan

sumber: valueconsulttraining.com

Merupakan aktivitas untuk menentukan perencanaan kegiatan manajemen resiko dalam suatu proyek. Dalam mengidentifikasi resiko terdiri dari proses untuk menentukan resiko apa yang mungkin berdampak terhadap proyek dan mengidentifikasi karakteristik dari resikonya. Untuk mengidentifikasi resiko dapat dilakukan dengan risk breakdown structure (RBS) dan cause and effect diagram.

      
 risk breakdown structure



cause and effect diagram

Dalam pengerjaan MRT Jakarta tentunya memiliki resiko yang bahkan bisa menghilangkan nyawa, hal ini terkait dengan pengerjaan proyek yang dilakukan dibawah tanah (underground) dimana memiliki banyak resiko terutama jika tanah yang dibor ambruk.

-          procurement management plan

Merupakan perencanaan panduan dalam pengelolaan pengadaan dalam suatu proyek baik itu alat yang digunakan, material yang diperlukan, dan segala kebutuhan yang diperlukan seiring pengerjaan proyek dengan mengidentifikasi item apa yang akan dibeli, kontrak yang diperlukan sehingga dapat mengatur segala proses pengadaan dalam proyek tersebut. Dalam MRT Jakarta memiliki beberapa perencanaan terkait peralatan dan segala kebutuhan yang diperlukan, karena untuk melakukan pengeboran bawah tanah tentunya memerlukan peralatan yang berteknologi tinggi

3.       Executing

    Merupakan tahapan untuk melakukan eksekusi terhadap proyek yang akan dilakukan dimana terdapat aturan dan media dalam pelaksanaan, monitoring, dan pengendalian terkait proyek yang dikerjakan. Dalam dokumen eksekusi proyek terdiri atas deliverables, data terkait performa dari pengerjaan proyek, rencana perubahan, perkembangan perencanaan manajemen proyek, dan perubahan dokumen proyek.


sumber: Youtube/Misbah Asror

4.       Monitoring dan Controlling

    Merupakan tahapan untuk melakukan pengawasan dan pencatatan terkait kegiatan dalam pengerjaan proyek yang dilakukan oleh masing-masing stakeholder dalam pengerjaan proyek sehingga tidak terjadi kegagalan dan kurangnya efisiensi dalam pengerjaan proyek.

5.       Closing

    Merupakan tahapan penutupan dimana target dalam pengerjaan proyek telah terpenuhi dan stakeholder mencatat segala dokumentasi kegiatan untuk menjadi pembelajaran kedepannya.

    Penerapan analisis keilmuan manajemen proyek memberikan informasi yang berguna untuk menjadi perkembangan kedepannya, sehingga pembangunan MRT Jakarta berlanjut ke Tahap 2 yang direncanakan selesai hingga maret 2025. Manajemen proyek berpengaruh besar dalam keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengerjaan proyek MRT baik dimulai dari awal hingga akhir saling terkoordinasi dengan baik sehingga memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.

Referensi :

Project Management Institute. A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide) – Fifth Edition

https://jakartamrt.co.id/id/proyek/fase-1

https://www.academia.edu/27881686/PROYEK_PEMBANGUNAN_MRT_JAKARTA



Manajemen Proyek Rekayasa dan Penerapannya Dalam Proyek MRT Jakarta Fase 1

       Halo, Artikel ini saya buat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Manajemen Proyek Rekayasa (Engineering Project Management) pada pe...